Minggu, 11 September 2011

DJ Site | Blogger Serabutan

"Negeri 5 Menara" Syuting di Masjid Salman


BANDUNG -- Setelah Pondok Pesantren Modern Gontor di Jawa Timur, kini giliran Masjid Salman ITB Bandung, yang jadi salah satu lokasi syuting film "Negeri 5 Menara", Sabtu.

Selain Masjid Salman, sejumlah tempat di Kota Bandung juga sempat dijadikan lokasi syuting film adaptasi dari novel ’best seller’ "Negeri 5 Menara" karya Ahmad Fuadi itu.

Menurut Co-produser, Widya Wardhani Ichram, Bandung dipilih sebagai salah satu lokasi syuting karena disesuaikan dengan ’setting’ sebenarnya yang terdapat dalam novel.

"Memang di novel ada cerita yang ’setting-nya’ Bandung, jadi ya disesuaikan dengan versi novelnya," kata Widya saat ditemui di lokasi syuting, Masjid Salman Bandung.

Sejumlah tempat lainnya di Bandung yang juga dijadikan lokasi syuting, yaitu lapangan Gasibu, SMPN 2 Jalan Sumatera, dan satu bangunan rumah di Jalan Nurtanio, Bandung.

"Kalau yang di Nutanio itu ceritanya rumah kontrakkan salah satu tokoh dalam film yang kuliah di kampus ITB," lanjut Widya.

Widya menuturkan, kegiatan syuting di sejumlah tempat di Kota Bandung telah dilakukan sejak Jumat (9/9), dan akan berakhir pada Sabtu malam ini.

Selama menjalankan syuting di Bandung, kata Widya, tidak ada kendala berarti yang ia dan timnya temui. Meski kemarin sempat memberlakukan sistem buka-tutup di Jalan Sumatra, namun proses syuting pun tetap berjalan lancar.

"Kami minta maaf pada seluruh masyarakat Bandung yang kemarin sempat lewat Jalan Sumatra, karena sempat diberhentikan," kata Widya.

Menurut Widya, sistem buka-tutup Jalan Sumatra saat pengambilan adegan kemarin memang perlu dilakukan. "Karena cerita ini kan ’setting-nya’ tahun 80-an. Nah, masalahnya tahun 80-an itu kan belum ada mobil-mobil modern seperti sekarang. Jadi gawat juga kalau mobil-mobil yang lewat itu ’masuk’ ke layar," terang Widya.

Selain Jalan Sumatra, penutupan jalan juga sempat dilakukan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. "Kami pilih waktunya malam, sekitar jam 10 ketika jalanan mulai sepi. Jangan sampai mengganggu lalu lintas," tuturnya.

Sebelumnya, Widya dan kru telah menjalankan syuting di sejumlah kota di Indonesia, salah satunya di Pondok Pesantren Modern Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

"Sejak bulan Agustus lalu kami syuting di Gontor dan itu cukup lama. Ya hampir 75 persen syuting keseluruhan film ini dilakukan di sana (Ponpes Modern Gontor)," kata Widya.

Widya menambahkan, sebagian besar lokasi syuting film ini memang dilaksanakan di Ponpes Modern Gontor karena ’setting’ cerita dalam novel pun hampir 75 persen berada di ponpes modern tersebut.

Berikutnya Widya dan tim akan melanjutkan proses syuting di Bukittinggi dan Danau Maninjau, Sumatera Barat. "Kemudian yang terakhir kami akan mengirimkan tim kecil untuk pengambilan adegan di London. Dan syutingnya pun langsung di kota London, Inggris," lanjut Widya.

Film besutan sutradara Affandi Abdul Rachman ini rencananya akan diluncurkan pada Februari 2012, serentak di seluruh bioskop Indonesia.

Sumber: Kompas

DJ Site | Blogger Serabutan

DJ Site | Blogger Serabutan

Seseorang yg hanya ingin membuat Tuhan tersenyum riang dan sesekali tertawa melihat kehidupannya sambil berkata "AKU tidak pernah menyesal menciptakan engkau!" - It's Me @djnand

Ferdinand is my name, djnand is my nickname, and Blogger Serabutan is my identity.

Beberapa temen blog lebih suka manggil saya Kang Dije, beberapa temen netter lebih suka manggil saya Um Jee, dan hampir semua temen saya di dunia nyata manggil saya Dije atau Ferdinand.