Minggu, 11 September 2011

DJ Site | Blogger Serabutan

Bokir: Semoga Aku Korban Penipuan Aisha yang Terakhir


Jakarta - Kisah penculikan Aisha Wardhana dalam perjalanan menuju Somalia yang akhirnya tak berbukti membuat Bustanul 'Bokir' Arifin patah hati. Pria yang disapa Bokir ini mengaku memang menjalin asmara dengan Aisha. Tapi, kini Bokir sepertinya patah hati. "Semoga aku korban penipuan Aisha yang terakhir," kata Bokir.

Bokir menuliskan curahan hatinya dalam blognya: http://bustanulis.blogspot.com. Dia menceritakan bagaimana dia kenal dengan Aisha dan berhubungan dekat sampai akhirnya kini merasa menjadi korban perempuan bernama asli Caroline Ruhning Tyassasanti.

Hari ini, Jumat (9/9/2011), Aisha yang sedang berada di rumahnya di Karawang digeruduk oleh warga setempat yang didampingi polisi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Warga ingin memastikan apakah Aisha memang seorang dokter. Hasilnya, Aisha akhirnya mengaku kepada IDI dirinya bukanlah dokter. Padahal sebelumnya, Aisha mengaku kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai dokter lulusan Jepang. Bersama ACT, Aisha juga pernah melakukan pemeriksaan medis terhadap TKI-TKI yang dipulangkan dari Malaysia di Pelabuhan Tanjung Priok pada 13 Juli 2011 silam.

Berikut tulisan Bokir selengkapnya dengan judul 'Ada Apa dengan Aisha', yang ditulis pada Kamis (8/9/2011):

Ada Apa Dengan AISHA?
... teruslah berdusta, sampai engkau muak berjanjilah...
(Lirik lagu : Sebelum Kau Bosan oleh Iwan Fals)

Kamis 08 September 2011, Pagi saat membuka situs berita di Internet, berjudul : Tak Mau Kontroversi, Aisha Akhirnya Mengaku Tidak Pergi ke Somalia.

Tentu saja judul berita tersebut langsung meluruhkan kepercayaanku kepada Aishawardhana atau Caroline Ruhning Tyassasanti.
Semoga aku korban penipuan Aisha yang terakhir...

Tapak waktu dengan Aisha :

Kronologis kenal @Aishawardhana

November 2010 - Januari 2011 periode itu aku masih jadi Relawan di lereng Merapi bersama Yayasan SAMIN Yogyakarta. Sebagai Relawan aku juga melakukan komunikasi interaktif internet melalui Facebook dan Twitter.
Pada pertengahan Desember 2010 dari Tapak Kicau (Time Line) akun Twitter aku. ada nama @Aishawardhana (dengan avatar gadis muda berjilbab kain merah) yang ikut berkomentar dalam kicau ber-hastag #merapi dan #twitmerapi. Akun @aishawardhana belum aku ikuti (follow) sementara dia yg mengikuti aku namun aku Block.
Sejak aku Block, akun @aishawardhana selalu nimbrung diskusi dalan Hastag #merapi.
Kemudian akhir Januari 2011 aku kembali ke Brebes, dalam Tapak Kicau Twitter ada percakapan seru tentang akun-akun Anonim melawan kawan-kawan Jurnalis yang aku kenal. Kemudian akun @aishawardhana memancing rasa penasaranku utk melakukan investigasi pemiliknya.

Pada awal Februari 2011 aku melakukan komunikasi intens dengan @aishawardhana setelah mengajukan 'ikuti' (follow) pada akun dia. Komunikasi Intens dilakukan melalui DM Twitter, Email dan HandPhone.
Dalam suatu kesempatan aku mengajukan rencana untuk bertemu dengan @aishawardhana di rumahnya. Lalu lewat HP dia menunjukkan lokasi di Karawang Jawa Barat. Pada tanggal 10 Februari 2011 aku tiba di Karawang, pemilik akun @aishawardhana memberi alamat tempat tinggalnya lewat sms Griya Resinda Cluster Times Blok G1 No 6. Alamat tersebut berhasil kutemui sekaligus bertemu fisik dengan Aisha.

Selama 2 Minggu aku menginap di tempat tinggal Aisha (Resinda), kaget juga saat mengetahui Aisha sudah mempunyai 3 anak (perempuan bernama Dita, Dea dan Disya) plus anjing peliharaan jenis Salmoye bernama Joey.
Banyak cerita yang disampaikan Aisha selama aku menginap di tempat tinggalnya, dari soal operator akun @benny_israel, file-file komunikasi via BB dengan beberapa elite Partai POlitik, Ada cerita tentang beberapa profesi kerja yg pernah Asiha lakukan dari Guru, Les Piano, dan dokter bedah rekonstruksi khusus luka bakar dan kecantikan. Yang aku saksikan selama menginap, Aisha selalu dipanggil RSUD Karawang, RSCM (dr Adhit) dan RS HErmiana Karawang utk melakukan tindakan medis.


Tanggal 24 Februari 2011, aku memutuskan untuk kembali ke Brebes dan menyatakan 'putus' hubungan dengan Aisha. Sejak saat itu anak-anak Aisha melalui sms mengabarkan bahwa ibu mereka dalam kondisi sakit.

Pertengahan Maret 2011 komunikasi kembali terjalin, dan ada kabar Aisha akan ke Tegal untuk keperluan Penelitian. Aku bertemu dia di Tegal pada awal April 2011, bercakap-cakap tentang proyek penelitian Aisha. Komunikasi via twitter pun intens kembali dan mulai muncul akun @rawinala (yg mengaku sebagai Staff Kedubes Vatikan yg menjadi korban asmara tookoh Parpol di Indonesia)
Pada Bulan Mei 2011 Aisha kembali ke Tegal dan aku temui dia, aku sampaikan rencana keberangkatanku ke Siantan-Tarempa (Kabupaten Kepualauan Anambas Propinsi Riau) untuk mengantar Keponakan saat liburan sekolah pada pertengahan Juni 2011. Aisha bersedia membantu pembelian Tiket KM Bukit Raya (biaya Tiket dari Ibu kandung Keponakanku)

Rabu 15 Juni 2011 Aku dan Alif (keponakanku) berangkat ke Jakarta dan bertemu dgn Aisha di Terminal Tanjung Priok pada Kamis 16 Juni 2011. Keberangkatan kami di pelabuhan Tanjung Priok diantar Aisha.

Sabtu 18 Juni 2011 Aku dan Alif tiba di Tarempa, Aisha selalu berkomunikasi via HP dan Internet (FB dan Twitter).

Minggu 10 Juli 2011, aku dan keponakan menggunakan KM Bukit Raya dari Trempa menuju Tanjung Priok. Dalam perjalanan Kapal yang kamu tumpangi mendapat Tambahan penumpang TKI/TKW yang dipulangkan paksa oleh Malaysia (jumlahnya 700 orang). Aku beri kabar Aisha tentang TKI dan TKW tersebut. Lalu Aisha membalas kabar, bahwa dia akan menjemput TKI/TKW itu untuk Aksi Pemeriksaan Kesehatan bersama ACT (Aksi Cepat Tangap).

Rabu 13 Juli 2011 senja hari, Kapal berlabuh di Tanjung Priok, dan aku melihat aksi ACT dan Aisha melakukan pemeriksaan medis thd TKI dan TKW yang dipulangkan paksa oleh pemerintah Malaysia. Usai melakukan pemeriksaan medis Aisha mengantar aku dan keponakan menuju stasiun Gambir utk pesan tiket Cirebon Ekspress menuju Brebes.

Kamis 14 Juli 2011, Aisha mengantar Aku dan Keponakan sampai ke Brebes. Lalu Jumat 15 Juli 2011 Aisha kembali ke Karawang Jawa Barat. Komunikasi kami tetap berjalan lancar.

Awal Agustus 2011 Selama bulan puasa komunikasi dengan Aisha dilakukan via HP dan internet. Dalam komunikasi tersebut ada kabar Aisha akan berangkat ke Somalia bareng ACT pada pertengahan bulan Agustus 2011. Anehnya pada saat satu hari sebelum tanggal pemberangkatan Tim ACT ke Somalia, Aisha justru pergi ke Brebes. Alasan Aisha akan pamit ke Ibu dan nenekku.
Saat aku bertanya perihal keberangkatan ke Somalia bersama ACT, Aisha menyatakan ada kendala pada pembuatan pasport atas nama Aisha Wardhana. Jadi Aisha akan berangkat sendiri menuju Somalia, dan setiba di Moghadisu akan bergabung dengan ACT.

Sabtu 27 Agustus 2011 dapat kabar via Twitter bahwa Aisha sudah berada di Kenya Afrika, dan perjalanan ke Mogadishu terkendala oleh kegiatan medis pada beberapa posko milik PBB yang melibatkan Aisha.

Selasa 30 Agustus 2011 Sore Aisha telpon via HP (dgn nomor XL) mengkabarkan kegiatannya dia di Somalia. Dikatakan dia bertugas dengan Keyko (relawan Jepang).
Pada Malam harinya dapat kabar dari @harintovarhdan tentang ditangkapnya Aisha oleh tentara berbaret Biru (disebutnya pemberontak Somalia), harinto mengabarkan Aisha dibawa Tentara tsb dan terbang dang Herkules menuju Rwanda.

Rabu 31 Agustus 2011 Harinto via DM twitter mengabarkan Aisha ditembak tentara, dan dia sempat melihat video penembakan (59 detik) yg direkan wartawan kulit putih.

Kamis 1 September 2011 BB (BlackBerry) milik Aisha aktif dan dioperasikan oleh seseorang bernama Charles dari Organisasi Yout Somalian.

Jumat 2 September 2011 Komunikasi dgn Charles via YM diperoleh kronologi hilangnya Aisha dan penemuan mayat perempuan (dalam kondisi terbakar hangus dgn cincin berukir nama 'Bustanul Arifin 12 02 2011')

Senin 5 September 2011 dini hari, ada kabar via DM Twitter oleh Harinto berisi : Aisha ditemukan, oleh Relawan asing dari Perancis bernama Damien. Harinto juga mengabarkan Aisha sudah berada di Johanesburg Afsel menunggu pesawat pada tengah hari yang sama. Lalu Aisha melalui HP menelpon aku dan menyatakan rasa kangen serta menderita luka di Bahu. Sore hari aku ditelpon jurnalis detik.com (bernama Zizah) utk wawancana. Usai wawancara dengan detik.com, aku menerima telepon dari Ulin Yusron beritasatu.com untuk wawancara juga.

Selasa 6 September 2011 malam, aku menerima telepon dari Aisha, dia berkabar sudah berada di Karawang, mendarat sore dengan pesawat yang tidak disebutkan identitasnya.

Rabu 7 September jelang Isya, Aisha telpon dan berkata : Mas, sudah membuka identitas asliku pada publik, keluarga besarku akan malu, mas siap-siap saja berhadapan dengan keluarga besarku

Kamis, 8 September mulai banyak telepon dan permintaan konfirmasi kabar, juga wawancara dari berbagai media massa.

Brebes, 08 September 2011

Bustanul 'bokir' Arifin

Sumber: DetikNews

DJ Site | Blogger Serabutan

DJ Site | Blogger Serabutan

Seseorang yg hanya ingin membuat Tuhan tersenyum riang dan sesekali tertawa melihat kehidupannya sambil berkata "AKU tidak pernah menyesal menciptakan engkau!" - It's Me @djnand

Ferdinand is my name, djnand is my nickname, and Blogger Serabutan is my identity.

Beberapa temen blog lebih suka manggil saya Kang Dije, beberapa temen netter lebih suka manggil saya Um Jee, dan hampir semua temen saya di dunia nyata manggil saya Dije atau Ferdinand.